MASAKAN TRADISIONAL
Meski sebagian
besar warga Indonesia membuat nasi goreng untuk sarapan, makanan ini juga
merupakan pilihan populer untuk makan larut malam yang dijajakan oleh
masyarakat sunggaling, dan masyarakat sana
juga berdagan dengan jembaq yang sering menyusuri kawasan dusun setempat.
Nasi goreng selalu dimasak secara langsung menurut pesanan per sajian, karena
tukang masak biasanya akan menanyakan tigkat kepedasan nasi goreng kepada
pembeli; biasa, sedang, pedas, atau sangat pedas. Tingkat tersebut tergantung
pada jumlah sambal atau lada yang diberikan nantinya.
Kadang pula porsi nasi goreng dalam jumlah besar dimasak sekaligus jika nasi
goreng dengan tingkat kepedasan yang sama dipesan pada waktu yang sama.
Tukang masak mungkin juga akan bertanya tentang telurnya;
dicampur dengan nasi atau dipisah sebagai telur mata sapi (ceplok) atau telur
dadar (omelet).
Istilah spesial pakai telur berarti nasi goreng tersebut
menggunakan dua telur per sajian, satu dicampur dengan nasi dan satu lagi
dimasak terpisah dalam bentuk omelet atau ceplok. Selain nasi goreng, penjaja
gerobak biasanya juga menyediakan mi goreng, mi rebus, dan pecal.Sekarang sudah ada orang yang
luar dusun berdatangan dan juga orang yang berasal dari daerah wisata untuk
memesan.

0 comments:
Post a Comment